"sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)." (az-zumar [39] : 80)
Ketika fajar pada hari senin tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun ke-11 Hijriah telah masuk dan orang-orang pun tengah sholat di belakang Abu Bakar, tiba-tiba kain penutup yang melintang di kaar Aisyah terbuka dan Rasulullah SAW pun muncul dari baliknya sambil tersenyum memandang mereka yang tengah berbaris sholat. Abu Bakar pun mundur hendak memberi tempat kepada beliau karena mengira beliau ingin sholat. Demikian pula kaum Muslimin, mereka nyaris menangguhkan sholat hendak keluar dari shaf karena bergembira menyaksikan Rasulullah SAW. Akan tetapi beliau segera memberi isyarat dengan tangannya agar mereka tetap melanjutkan sholat. Beliau kemudian masuk kamar lagi seraya melabuhkan kain penutup itu kembali.
Karena mengira Rasul telah sembuh dari sakitnya maka setelah menunaikan sholat, ornag-orang pun bergegas meninggalkan masjid. Akan tetapi, itu adalah pandangan perpisahan beliau kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW ke kamar Aisyah lalu berbaring seraya menyandarkan kepalanya di pangkuan Aisyah, menghadapi sakaratul maut. Aisyah berkata,"Saat itu, di hadapan beliau terdapat bejana berisi air kemudian mengusapkannya ke wajahnya seraya berkata,"La illaha illallah. Sesungguhnya kematian itu mempunyai sekarat. (al-Muhibbin)
Makna dari kata yang telah saya cetak tebal adalah disaat-saat terakhir Rasulullah akan menghadapi sakaratul maut, beliau berpesan bahwasanya beliau akan merasa senang dan bahagia(tersenyum) melihat umat-umatnya dapat akur dan menjalankan syariat-syariat agama yang telah dibawanya.
Renungan : Namun akankah kita dapat membahagiakan Rasulullah dengan apa yang kita perbuat sekarang???
Karena mengira Rasul telah sembuh dari sakitnya maka setelah menunaikan sholat, ornag-orang pun bergegas meninggalkan masjid. Akan tetapi, itu adalah pandangan perpisahan beliau kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW ke kamar Aisyah lalu berbaring seraya menyandarkan kepalanya di pangkuan Aisyah, menghadapi sakaratul maut. Aisyah berkata,"Saat itu, di hadapan beliau terdapat bejana berisi air kemudian mengusapkannya ke wajahnya seraya berkata,"La illaha illallah. Sesungguhnya kematian itu mempunyai sekarat. (al-Muhibbin)
Makna dari kata yang telah saya cetak tebal adalah disaat-saat terakhir Rasulullah akan menghadapi sakaratul maut, beliau berpesan bahwasanya beliau akan merasa senang dan bahagia(tersenyum) melihat umat-umatnya dapat akur dan menjalankan syariat-syariat agama yang telah dibawanya.
Renungan : Namun akankah kita dapat membahagiakan Rasulullah dengan apa yang kita perbuat sekarang???